21 PRODUK UNGGULAN DESA KAB BLITAR BERHASIL TEMBUS PASAR LUAR NEGERI

Warta Metropolis Blitar : Meneropong hasil Podes BPS Kabupaten Blitar pada Mei 2018 lalu  berhasil merekap 21 produk unggulan yang berhasil diekspor  ke luar negeri, keberadaanya  tersebar di 19 desa pada 11 kecamatan di Kabupaten Blitar.

Terdapat 3 produk unggulan yang sebagian besar dari produksinya diekspor keluar negeri  yakni  tas batok dari Desa Wonodadi,  kendang dari Desa Bacem Kecamatan Ponggok, dan anyaman kepang dari desa Ringinanom Kecamatan Udanawu.

Disusul 18 produk unggulan desa lainnya, meskipun masih sebagian kecil dari produksinya tetapi hal ini cukup menunjukkan  karya desa Kabupaten Blitar  mampu bersaing dengan produk negara lain. Produk unggulan desa  tersebut terdiri atas makanan dan non makanan. Untuk produk makanan diantaranya  berupa makanan olahan dari hasil tanaman palawija dan hortikultura sedangkan non makanan antara lain berupa  assesoris, indian art,  gerabah, keset, dan senapan, tidak ketinggalan hasil galian berupa paving dan beton, yang merupakan produk unggulan desa yang tersebar di Kecamatan Nglegok, Sanankulon, Srengat, Udanawu, Panggungrejo, Kademangan, Talun, Kesamben dan Wlingi.

Potret ini buah dari Survei Pendataan Potensi Desa (Podes)  yang dilakukan oleh BPS Kabupaten Blitar pada 248 desa/Kelurahan dan 22 Kecamatan,  pada tujuh bulan yang lalu, dengan narasumber  antara lain Kepala Desa, Sekretaris desa, kasun, perangkat desa lainnya serta tokoh masyarakat, kader desa, ketua pokmas, PKK ,dsb  yang dapat memberikan informasi keadaan desa dengan beragam informasi yang menunjukkan potensi, infrasturktur, fasilitas pelayanan dasa, keadaan sosial budaya dan tantangan pembangunan desa/kelurahan.

Dengan eksisnya produk unggulan tersebut cukup membuktikan bahwa produk unggulan desa di Kabupaten Blitar tidak hanya diakui oleh negeri  sendiri tetapi, juga berdaya saing  di perdagangan luar negeri, padahal kita tahu, bahwa produk yang dapat diterima pasar dunia,  sudah tentu harus terjamin kwalitasnya, syarat dengan inovatif dan kreativitas.

“Membanggakan !!!.” Tidak berlebihan kiranya bila kata itu diucapkan. Ketika mendapati deretan data bahwa tidak kurang dari puluhan produk unggulan desa bisa menembus pasar internasional. Kearifan lokal dan kebudayaan yang turun temurun Kabupaten Blitar telah membawa karya dari desa sampai ke mancanegara.

Prestasi diatas hendaknya tidak menjadikan cepat puas, karena masih ada tugas menanti yakni terdapat 108 produk unggulan desa lainnya yang siap untuk diorbitkan  sebagai potensi agar bisa tetap eksis, memenangkan daya saing di pasaran domestik dan internasional.

Sesuai dengan salah satu misi Kabupaten Blitar untuk mewujudkan visi  “Kabupaten Blitar lebih Sejahtera, maju dan berdaya saing”, untuk itu strategi dapat dilakukan  dengan mengelompokkan dan membuat sentra-sentra industri    sehingga memudahkan dalam hal pembinaan, hal peningkatan inovasi produk, kreativitas produk, kemudian turut serta membantu  kestabilan harga bahan baku  dan pemasarannya,  yang terakhir  adalah membantu mencarikan jalan keluar untuk permodalan. Kerja bareng antara pemerintah dan masyarakat demi kemajuan perekonomian Kabupaten Blitar berbasis ekonomi kerakyatan sesuai dengan nawacita yakni membangun dari desa.  Upaya diawali dengan mengumpulkan, semua unsur yang terkait mulai dari pemerintah dinas-dinas terkait kemudian masyarakat yang terlibat yakni para pelaku usaha produk unggulan desa, penggiat pertanian, pelaku agrobisnis, kelompok usaha kecil dan mikro, kelompok ekonomi kreatif, dan para investor yang ada di Kabupaten Blitar.

Singkatnya upaya tersebut untuk percepatan peningkatan daya saing produk unggulan desa, pertama memastikan ketersediaan bahan baku dengan kwalitas yang baik dan harga yang terjangkau, pengembangan kreativitas dan inovasi,  mencarikan solusi  terhadap kendala yang dialami pelaku usaha,  terobosan peluang pasar, kestabilan permodalan. Pertemuan dapat dilakukan secara berkala, dimonitoring setiap perkembangannya,  dilakukan evaluasi yang terukur terhadap penyelesaian problem yang ada.

Usaha untuk kemajuan usaha produk unggalan sangat penting dilakukan, sebab dengan meningkatnya produk unggulan dapat diartikan dengan meningkatnya industri pengolahan. Industri pengolahan merupakan salah satu penopang PDRB Kabupaten Blitar. Apakah benar ?, hal ini dapat dibuktikan dengan mencermati kontribusi indusri pengolahan pada PDRB dan laju pertumbuhan lapangan usaha tersebut ?

PDRB per kapita Kabupaten Blitar mengalami kenaikan, tahun 2015 sebesar 23.38 juta, tahun 2016 naik menjadi  25.52 juta dan tahun  2017 meningkat pada nilai  27.44 juta. Dan industri  pengolahan merupakan lapangan usaha yang dominan di Kabupaten Blitar selain untuk memenuhi kebutuhan di pasar domestik, juga mempunyai pangsa yang bagus di pasar internasional. Pada tahun 2017 memberikan kontribusi sebesar 13,16 persen menduduki rangking ketiga setelah pertanian dan perdagangan, tahun  2016 sebesar 12,9 persen, tahun 2015 sebanyak 12,83 persen. Tahun 2017 pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Blitar tertinggi terjadi pada industri pengolahan yakni 10,72 persen. (sumber data  BPS Kab Blitar, publikasi PDRB menurut Lapangan Usaha 2013-2017).

Dengan meningkatnya pertumbuhan usaha industri pengolahan turut menyerap tenaga kerja dan dapat meningkatkan laju pertumbuhan lapangan usaha  lainnya diantaranya pertanian sebab bahan baku  industri pengolaan berasal dari sektor tersebut, kemudian   perdagangan besar dan eceran sangat memungkinkan pertumbuhannya ikut naik sebab diperlukan alur distribusi sehingga produk sampai ke konsumen, selanjutnya akan menguntungkan juga  transportasi dan pergudangan karena sektor ini diperlukan sebagai moda dan penyimpanan produk, lapangan usaha Jasa keuangan dan lainnya pun akan bisa turut meningkat karena mendapat imbas positif bila perputaran rupiah dari hulu ke hilir meningkat./ Elvia Rosita, SE, M.Si

Category: Berita Daerah
author
No Response

Leave a reply "21 PRODUK UNGGULAN DESA KAB BLITAR BERHASIL TEMBUS PASAR LUAR NEGERI"